Manfaat pemberian ASI
Bayi yang tergolong prematur adalah bayi yang dilahirkan pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu dan memiliki berat lahir kurang dari 2500 gram. Akibatnya, pertumbuhan sebagian besar organ tubuh belum sempurna dan berfungsi dengan baik. Termasuk pertumbuhan otaknya.
Pada kondisi ini, terkadang redistribusi aliran darah ke plasenta tidak mencukupi. Hal ini dapat mengakibatkan volume otak pada bayi prematur lebih kecil. Padahal selama dalam kandungan, janin akan mengarahkan sebagian besar ‘asupan gizi’ dari plasenta ke bagian otaknya.
Bukan hanya itu saja, bayi yang terlahir prematur juga berpotensi mengalami resiko cedera otak. Cedera ini disebabkan radang plasenta yang dialami oleh sekitar 45% bayi prematur.

Bayi yang terlahir prematur
Baca : Apakah Popok Bayi Mengandung Klorin?
Namun cedera otak ataupun ganguan pertumbuhan otak pada bayi prematur bukan hanya diakibatkan oleh radang plasenta. Justru tingkat keprematuran memiliki pengaruh yang lebih besar pada resiko cedera otak.
Sebuah studi terbaru yang dikeluarkan oleh The Journal of Pediatrics mengungkapkan bahwa manfaat ASI sangat besar bagi bayi. Terutama bagi bayi prematur pada masa 28 hari pertama dikehidupan mereka.
Manfaat ASI bagi bayi prematur diketahui berkaitan dengan perkembangan otak. Hal ini dikarenakan efek dari nutrisi khusus tertentu yang terdapat dalam kandungan ASI. Kandungan nutrisi ini tidak ada atau jumlahnya sangat rendah dibandingkan dengan susu formula khusus untuk bayi prematur. Namun, tetap diperlukan fortifikasi untuk menyesuaikan kadar nutrisi pada masa trimester.
“Berdasarkan data yang ada, kami merekomendasikan pemberian air susu ibu pada bayi prematur selama unit perawatan intensif (NICU) di rumah sakit,” kata salah satu tim, Mandy Brown Belfort dari Rumah Sakit Boston and Medical Centre.
Selain itu, aktifitas ibu memberikan ASI-nya secara langsung (menyusui) merupakan mekanisme potensial dengan kadar sensitivitas yang tinggi. Sensitivitas inilah yang diyakini akan memacu perkembangan saraf yang lebih baik.

Berikan ASI terbaik Anda secara langsung
Brown Belfort dan timnya menganalisis data 180 bayi prematur yang dilahirkan sebelum 30 minggu kehamilan di Amerika Serikat. Data ini diambil antara tahun 2001 dan 2003. Selama 28 hari pertama paska lahir, para peneliti menghitung berapa hari bayi menerima lebih dari 50% air susu ibu sebagai asupan gizinya. Data ini kemudian menunjukan adanya kolerasi dengan karakteristik mental dan fisik tertentu.
Baca : Ini 4 Bayi dan Balita Yang Mengidap Penyakit Langka
Magnetic Resonance Imaging (MRI) scan diambil untuk menghitung peningkatan volume materi abu-abu dan hipokampus di wilayah utama otak. Hasil pencitraan langsung pada otak ini dilakukan sejak awal bayi prematur hingga mereka berusia tujuh tahun. Menariknya, mereka menemukan bahwa otak bayi yang mendapatkan ASI intensif terlihat lebih berkembang.
Materi abu-abu ini merupakan area penting dalam otak yang berkaitan dengan pengolahan dan transmisi sinyal saraf. Sedangkan hipokampus diketahui berperan pada kegiatan mengingat (memori) dan navigasi ruangan. Kerusakan pada area hipokampus biasa terjadi pada penderita alzheimer.

Perbandingan otak normal dengan otak penderita Alzheimer. Perhatikan bagian hipokampus pada otak
Mereka juga menemukan kaitan antara tingginya asupan ASI akan meningkatkan fungsi motorik, prestasi akademik dalam membaca dan matematika, kemampuan mengingat, bahasa dan persepsi visual.
“Secara keseluruhan, tampak bahwa anak-anak yang terlahir prematur dan mendapatkan ASI lebih intens tidak hanya berkaitan dengan kecerdasan umum yang lebih tinggi. Tetapi juga berhubungan dengan prestasi akademik, memori dan fungsi motorik yang lebih baik,” papar tim.
Semua kemajuan ini akan terlihat saat bayi prematur beranjak menjejaki usia 7 tahun. Namun, faktor eksternal seperti pendapatan keluarga, pendidikan dan IQ sang ibu juga turut andil dalam pertumbuhan otak dan perkembangan saraf. Itulah dua manfaat ASI bagi bayi prematur yang akan mengubah segalanya. Jadi meskipun mungkin tidak mudah, tetap usahakan memberikan ASI ke bayi Anda ya, Moms.
Baca Juga :