women-in-science
Berita

4 Ilmuwan Wanita yang Mengguncang Dunia

Ilmuwan Wanita

Diskriminasi dan di-deskriditkan. Mungkin dua kata tersebut merupakan kata yang sering ‘mencubit’ kaum wanita diberbagai bidang. Seperti halnya dalam bidang ilmu pengetahuan. Peran wanita dibidang ini masih terbilang sedikit dan tidak diakui. Berbeda dengan laki-laki yang mendominasi hampir disemua bidang, wanita dalam dunia ilmu pengetahuan kerap dipandang sebelah mata. Atas nama ‘kodrat wanita’, mereka didorong untuk kembali dan bekerja di ranah ‘pekerjaan perempuan’. Sehingga jarang sekali kita dapati ilmuwan wanita yang mengguncang dunia.

Bahkan sebuah studi menunjukan bahwa para ahli masih cenderung melihat ilmuwan laki-laki lebih handal dibandingkan wanita. Padahal kedua orang tersebut mempunyai kualifikasi yang sama.

Alhasil, ilmuwan wanita yang mengguncang dunia masih sulit ditemukan. Ada, tapi hanya segelintir. Berikut 4 ilmuwan wanita yang tekad, semangat dan temuannya mampu mengguncang dunia.

1. Wanita Pertama Pembuat Peta Dasar Laut

Pada tahun 1940, para wanita tidak diijinkan bekerja di atas kapal penelitian ilmiah. Namun hal ini bukanlah halangan dan tidak lantas mencegah Marie Tharp dalam berkarya.

4 Ilmuwan Wanita yang Mengguncang Dunia

Sebagai seorang draftswoman asal Columbia University, Tharp bekerja dengan ahli geologi Bruce Heezen. Tharp menganalisis jutaan keping sonar yang memantul dari dasar laut dan menggambar peta dari data ekspedisi penelitian Heezen.

Pada 1957, mereka berhasil menciptakan peta topografi pertama Atlantik Utara dan menemukan 10.000 mil rantai pegunungan yang panjang. Selain itu, mereka juga menemukan lembah celah mengalir di tengah laut yang dikenal sebagai Mid Atlantic Ridge.

Temuan ini menjadi bagian penting dalam pembuktian teori lempeng tektonik. Berkat temuan ini, ahli geologi menerima bahwa keretakan bisa saja dibentuk oleh robekan konstan secara terpisah dari kerak bumi, sehingga muncul kerak air laut yang baru.

Tahun 1965, saat dirinya berusia 45 tahun, Tharp diijinkan bergabung dan mengumpulkan data dalam sebuah ekspedisi. Pada 1977, bersama dengan Heezen dan pelukis Austria Heinrich Beram, menerbitkan peta dasar laut yang dapat dilihat di Perpustakaan Kongres, Washington DC, hingga saat ini.

 

2. Wanita Pertama Penemu Elemen Radioaktif

Salah satu ilmuwan wanita yang mengguncang dunia adalah Marie Curie. Wanita kelahiran Warsawa, Polandia pada 7 November 1867 merupakan anak bungsu dari lima bersaudara. Wanita bernama lengkap Maria Sklodowska ini sudah sejak kecil memperlihatkan minatnya dibidang matematika dan fisika.

Pada masanya, Curie hanya mengikuti berbagai kursus informal untuk para wanita yang diadakan secara sembunyi. Hal ini dikarenakan wanita tidak diperkenankan untuk masuk sekolah sains. Namun hal tersebut tidak membuat ia patah arang. Ia bekerja keras sambil memanfaatkan waktu luangnya untuk terus belajar.

Hingga akhirnya, Marie Curie mendapat kesempatan emas untuk belajar di Universitas Sorbonne, Paris. Pada tahun 1893, ia berhasil meraih dua gelar sekaligus dalam bidang fisika dan matematika. Dedikasinya terhadap ilmu pengetahuan mengantarkannya menjadi salah satu ilmuwan wanita yang mengguncang dunia dengan penemuan dua elemen radioaktif polonium dan radium serta pengembangan zat uranium.

4 Ilmuwan Wanita yang Mengguncang Dunia

Sebagai pelopor lahirnya istilah ‘radioaktif’, ia mendapat anugrah sebagai wanita pertama peraih piala Nobel pada 1903. Namun tragisnya, temuannya ini mengantarkannya ke gerbang kematian karena ekspos zat radioaktif. (Baca: Tragis, 6 Ilmuwan Ini Tewas Ditangan Temuannya Sendiri)

Semua dedikasi dan kerja kerasnya diabadikan sebagai nama institusi pendidikan dan riset seperti Institute Curie dan Pierre serta Marie Curie University, Paris.

3. Wanita Pertama Penemu Bom Atom

Ilmuwan wanita yang mengguncang dunia kali ini adalah wanita kelahiran Tiongkok, tahun 1912. Wanita bernama lengkap Chien-Shiung Wu ini merupakan lulusan National Central University, Nanking. Wanita yang haus akan ilmu ini kemudian hijrah ke AS untuk mengejsr ilmu.

Karena kegigihannya, pada tahun 1940 ia berhasil menerima gelar Ph.D dan mengajar di Smith College dan Universitas Princeton. Tak berhenti sampai di situ, tahun 1944 ia turut bergabung dalam deteksi radiasi di Division of War Research, Columbia University.

4 Ilmuwan Wanita yang Mengguncang Dunia

Juga berkat kecerdasannya, ia menarik perhatian pemerintah dan direkrut dalam Manhattan Project, Columbia University. Proyek ini merupakan proyek rahasia militer dalam mengembangkan bom atom pada Perang Dunia II. Ia mengembangkan bahan bakar peledak yang berasal dari bijh besi uranium.

Semua hasil kerja cerdasnya ini bukan hanya membawanya sebagai ilmuwan wanita yang mengguncang dunia karena menemukan bom atom, tapi juga menjadikannya sebagai wanita pertama yang penerima Piala Cyrus B. Comstock dari US National Academy od Science.

Bukan hanya itu saja, ia pun menjadi wanita pertama yang berhasil masuk ke American Physical Society, wanita pertama yang mendapat penghargaan honorary doctorate dari Universtiras Princeton dan wanita pertaman penerima Medal of Sciende, yang merupakan penghargaan sains tertinggi di negara.

4. Wanita Pertama Yang Diakui Sebagai Ilmuwan dan Pemenu Komet

Tak jauh berbeda dengan beberapa ilmuwan yang mampu mengguncang dunia meskipun mereka pernah gagal dan tidak bergelar pendidiakan (Baca: 5 Ilmuwan Dunia Yang Pernah Gagal dan Tak Bergelar Pendidikan), seperti itu pula kehidupan Caroline Herschel. Wanita kelahiran Jerman tahun 1750 ini, pernah terkena thypus saat ia msih kecil. Akibatnya, pertumbuhannya terhambat. Sehingga saat dewasa, Caroline hanya memiliki tinggi tubuh 129 cm.

Kejadian ini sempat membuatnya tidak percaya diri, kecil hati dan patah semangat. Membuatnya tidak berani menempuh pendidikan dan bekerja. Saat usianya 22 tahun, ia hanya bekerja sebagai asisten rumah tangga di rumah William, kakak laki-lakinya.

William merupakan kakak laki-laki yang menginspirasi bagi Caroline. Ia mendorong Caroline untuk mengejar mimpinya sebagai astronom. Sebagaimana William yang meninggalkan karirnya sebagai musisi handal untuk mengejar impian menciptakan teleskop.

Akhirnya Caroline belajar aljabar, geometri dan trigonometri serta mengamati kakaknya ketika melakukan observasi, kalkulasi dan membentuk kaca lensa teleskop. Semua kegiatan itu Caroline lakukan sambil mengerjakan pekerjaan rumah tangga.

Semua kegiatannya tak berhenti meskipun kakaknya telah menikah. Ia melakukan pengamatan secara mandiri dan mendeteksi beberapa objek astronomi dengan teleskop Newtonian dengan focal length 27 inch.

4 Ilmuwan Wanita yang Mengguncang Dunia

Kegigihannya membuahkan hasil

Antara tahun 1783 hingga 1787, Caroline menangkap penampakan komet M110 (NGC 205) di Galaksi Andromeda. Lalu, pada rentang tahun antara 1786 dan 1797, ia kembali menemukan 8 komet dan menemukan kembali komet Encke. Bukan hanya itu saja, komet periodik 35P/Herschel-Rigollet pun dinamakan dengan namanya.

Caroline pun mengambil alih pekerjaan observasi kakaknya dalam melengkapi indeks komet. Semua hasil observasinya dirangkum dalam Catalogue of Stars dan pada tahun 1798, diterbitkan oleh Royal Society.

Berkat temuannya ini, Caroline menjadi wanita yang diakui sebagai ilmuwan wanita dan dinobatkan penghargaan Gold Medal dari Royal Astronomical Society pada tahun 1828. Kemudian pada tahun 1835, Caroline dinobatkan sebagai anggota kehormatan dan sejak saat itu hingga tahun 1996, tidak ada lagi wanita yang mendapat gelar serupa.

 

Baca Juga :
7 Ilmuwan Berpengaruh dalam Sejarah Genetika
Ternyata, Warna Darah Haid Bantu Kenali Kondisi Kesehatan Wanita
Ini Cara Pengambilan Sampel Pap Smear Guna Deteksi Dini Kanker Serviks