Air Es
Tahukah kamu kalau tahun 2015 merupakan suhu terpanas bumi sejak 136 tahun lalu. Akibat dari gelombang panas ini hingga menewaskan lebih dari 2.200 jiwa di India dan membuat aspal sampai meleleh. Dalam kondisi panas terik seperti ini, paling enak duduk santai di bawah pohon rindang sambil menyeruput es atau air dingin. Seketika dahaga hilang dan tubuh kembali terasa segar. Menurutmu, apakah air es itu aman untuk kesehatan kita? Yuk, kita bahas dulu!
Baca : Air Putih Bikin Kurus?! Mitos Atau Fakta?
Tapi, hati-hati ya! Jangan sampai menjadi kebiasaan. Ternyata ada bahaya mengintai dibalik nikmatnya meminum air es atau dingin. Ini dia beberapa diantaranya:
1. Pembekuan Otak
Berdasarkan studi tentang hubungan pembekuan otak dengan aktifitas minum air es didapatkan hasil yang cukup mencengangkan.
Dalam studi ini, sejumlah orang diminta untuk minum es menggunakan sedotan hingga mengenai dinding langit-langit mulut mereka. Bersamaan dengan itu, aliran darah yang menuju otak dimonitor. Ternyata terjadi peningkatan aliran darah menuju otak. Ini yang memicu rasa pusing sesaat atau pembekuan otak.
Pembekuan otak ini lebih berpeluang besar terjadi pada penderita migrain dan sakit kepala. Studi dari Harvard Medical School sebagaimana dikutip CBSnews menyimpulkan bahwa otak sangat sensitif terhadap suhu. Sehingga, untuk memastikan otak tetap dalam kondisi hangat diperlukan obat vasidilatasi agar darah hangat mengalir dalam jaringannya.
2. Memicu Pusing
Mayoritas orang mengira bahwa pusing disebabkan oleh hypo atau hypertensi, juga karena darah rendah. Tapi ternyata, keseringan mengonsumsi air es juga dapat menyebabkan pusing.
Hal ini sesuai dengan penjabaran hasil studi di point sebelumnya. Jadi, hati-hati ya bagi kamu yang menderita hypo atau hypertensi. Dalam kondisi panas terik jangan meminum air yang terlalu dingin karena bisa-bisa akan menambah pusing kepalamu.
3. Vasokontriksi Usus
Vasokontriksi merupakan penyempitan pembuluh darah yang salah satunya disebabkan karena suhu dingin. Nah, kebiasaan meminum air dingin akan membuat dinding usus yang kaya akan pembuluh darah menyempit.
Selain itu, dinginnya air yang kita minum akan berpengaruh pada makanan berminyak yang kita konsumsi. Kamu tahu istilah minyak dingin atau minyak beku kan? Minyak berubah menjadi warna putih pucat dan bahkan berbentuk padatan.
Suhu es menyebabkan pembekuan partikel-partikel makanan yang berminyak. Akibatnya, terjadi penumpukan lemak dibagian saluran usus sehingga terjadi penyempitan usus. Penyempitan ini tentunya akan berpengaruh pada proses pelumatan dan penyerapan nutrisi dalam usus.
4. Hindari Minum Air Dingin Selepas Olahraga
Aktifitas olahraga akan membuat otot menegang, panas tubuh meningkat dan terjadi pembakaran lemak. Maka jika air dingin atau es masuk pada kondisi tubuh seperti ini, tentunya akan terjadi kontradiksi yang ekstrem. Perubahan ekstrem dan mendadak ini tentunya akan mengganggu metabolime tubuh.
Belum lagi efek suhu dingin yang menyebabkan vasokontriksi sehingga aliran darah tersendat. Fatalnya, bisa terjadi pengejangan pada otot tubuh sehingga kram atau kejang perut.
5. Perut Buncit
Proses penghangatan air dingin yang kita konsumsi akan dilakukan oleh omentum. Apa itu Omentum??
Baca : Kenali dan Atasi Penyebab Perut Buncit!
Semakin banyak dan tinggi intensitas kamu mengonsumsi air dingin, maka akan membutuhkan omentum lebih banyak. Omentum ini didapatkan dari asupan makanan yang kita makan setiap hari. Jadi, dengan makin menebalnya omentum akibat dorongan menetralisir air dingin yang dikonsumsi akan membuat perutmu membuncit.
7. Kembung
Perbedaan suhu yang terjadi di dalam perut tentunya akan mengubah irama kerja organ pencernaan. Hal ini akan membuat selaput lendir lambung kontraksi. Kemudian enzim dan cairan lambung akan bereaksi terhadap perubahan suhu tersebut. Lalu timbul gas dalam perut yang bisa membuat perut kembung.
Baca Juga :