Sains

Keseruan Sains Dibalik Cerita “ Altered Carbon ” Bakal Membuat Kita Takjub

Dibalik Cerita “ Altered Carbon ”

Apakah kalian sudah nonton Altered Carbon? Jika iya, pasti sudah tidak asing lagi dengan sang pemeran Joel Kinnaman yang menjalani hiruk-pikuk penuh problematika kehidupan yang tampil jauh berbeda dari dimensi kita. Cerita ini ditayangkan lewat tv streaming Netflix sebagai serial televisi berjumlah total 10 episode yang mengusung tema sains dan teknologi. Pastinya cukup seru untuk disimak, tidak hanya sebagai hiburan, namun jika kita mau merenungkan content atau esensi ceritanya, maka bisa dijadikan pembelajaran. Kalian yang sudah nonton pasti tidak asing dengan dua istilah ini “Cortical Stack” dan “Human Cloning”. Jadi apa menariknya?

Secara singkat, Altered Carbon bercerita tentang dunia yang sudah sangat mutakhir dalam segala hal. Pemerintah dan para ilmuwannya sukses menciptakan teknologi data penyimpanan chip komputer bernama “Cortical Stack” atau singkatnya Stack, yang dapat menyimpan kesadaran sekaligus nyawa manusia. Hal ini memungkinkan pada saat tubuh fisik manusia itu terluka atau tidak berfungsi, atau kasus terburuknya meninggal dunia, maka jika chip yang ditanam dalam tengkuk leher tadi masih aman dan tidak rusak, maka nyawa manusia itu bisa dipindahkan ke dalam tubuh baru. Nah disini hubungannya “Human Cloning”, bagi para kaum aristokrat, istilahnya “The Meth” disana, ataupun orang yang punya banyak uang dapat membeli vessel alias tubuh fisik yang sudah disiapkan oleh pemerintah, namun mereka juga bisa minta kloning tubuh asli mereka agar tetap memakai jati diri aslinya.

Dalam dunia sains di dimensi kita, masih banyak rumor bertebaran mengenai penelitian dan eksperimen terhadap kloning manusia, dimana sangat tidak diperbolehkan oleh pemerintah karena alasan bahaya dan konflik antar agama, yaitu larangan menyaingi Tuhan dalam penciptaan makhluk hidup. Terlepas dari banyak berita miring yang kita dengar, para ilmuwan sukses menciptakan kloning hewan dengan cara mengambil sampel DNA pada subjek hewan yang dituju, sampai domba, ayam, tikus, sebagian telah berhasil di kloning. Namun bagaimana dengan manusia?

Menariknya, ada satu kasus yang mencuat di media. Manusia kloning pertama yang diciptakan adalah Eve. Perusahaan Bioteknologi bernama Cloniad ini yang bertanggung jawab atas kelahiran bayi kloning pada 26 Desember 2002 silam, dan sukses menyita perhatian publik. Proses implementasi embrio bayi itu juga disiarkan dalam forum terbuka, dan kini Eve sudah tumbuh sebagai gadis cilik. Inilah eksperimen dari keberhasilan para ilmuwan barat.

Bagaimana dengan istilah “Stack” sebelumnya? Ya, apakah kalian pernah membayangkan nyawa manusia dapat di backup ke dalam sebuah chip komputer kecil yang ditanam di tengkuk leher manusia? Konsep yang menarik, namun cukup aneh karena dalam agama apapun mengajarkan bahwa kodrat manusia bukan untuk hidup kekal selamanya di dunia, hal ini karena masih ada alam setelah kematian. Mungkin membutuhkan 1,000 tahun ke depan untuk merealisasikan fiksi sains tersebut, kita tidak pernah tahu apa yang terjadi dibalik dapur para ilmuwan, bahkan apa yang sedang direncanakan saat ini.

Bukankah kloning manusia awalnya hanyalah sebuah ide semata? Sebuah angan-angan dan dongeng dari masa lampau yang ternyata terjadi di masa sekarang. Dunia fiksi sepertinya adalah ramalan tertunda tentang hal yang mungkin akan terjadi di masa mendatang. Mungkinkah teknologi “Stack” yang berikutnya?

Jika memang konsep cerita ini mencengangkan banyak orang, dan telah memberi semangat dalalm industri sains dan teknologi, jika fenomena ini benar-benar datang dalam hidup kalian, maukah menanam sebuah chip penyimpan nyawa manusi di tengkukmu?