Pada awal April 2017 yang lalu, tepatnya pada tanggal 4 terjadi serangan gas sarin di Kota Khan, Sheikhun, Suriah. Entah siapa yang bertanggung jawab, yang jelas tidak hentinya warga Suriah berduka menyaksikan orang-orang yang mereka sayang penuh luka-luka, sakit bahkan meninggal. Sebagian besar korbannya adalah anak-anak dan wanita. Apa gas sarin itu sebenarnya? Apakah benar gas sarin termasuk senjata kimia paling mematikan?
Tentang
Gas sarin termasuk ke dalam golongan racun syaraf atau nerve agent. Gas tersebut mengandung senyawa organophosphorus. Sarin disebut juga GB. Sarin dapat diserap oleh kulit dan paru-paru dengan cepat dan mudah bercampur dengan air. Cairan sarin tidak berbau, tidak berwarna, menguap pada suhu ruang dan tidak dapat terdeteksi.
Awal Mula
Sarin dikembangkan oleh 4 orang Ilmuwan di Jerman pada tahun 1938 yang tadinya dikembangkan untuk digunakan sebagai pestisida. Nama Sarin pun diambil dari akronim nama-nama Ilmuwan tersebut. Gas ini memang sangat berbahaya dan senjata kimia paling mematikan. Walaupun gas ini sudah dilarang dan dimusnahkan sejak tahun 1990, namun beberapa negara masih punya stoknya dalam gudang mereka. Gas ini pernah digunakan pada dua serangan teroris di Jepang pada tahun 1994 dan 1995. Sarin tadinya dikembangkan untuk insektisida ini tidak disangka akan menjadi senjata kimia paling mematikan. Gas ini 26 kali lebih mematikan dari gas sianida. Kandungan dan cara kerjanya yang mematikan hampir mirip dengan insektisida, namun tetap lebih mematikan gas tersebut.
Baca : Waspada, Ledakan Airbag Bisa Terjadi Kapan Saja
Efek
Gas ini memang sangat cepat penyebarannya. Efek yang ditimbulkannya pun juga sangat cepat tetapi tergantung juga pada jumlah sarin yang ada di udara, kondisi orang yang terkena dan lamanya waktu paparan. Hanya butuh waktu kurang dari 10 menit, gas tersebut dapat membunuh seseorang. Sarin mengganggu sistem kerja neurotransmitter. Jika terpapar sarin, dalam hitungan detik akan menghalangi kontrol otot halus yang menyebabkan sekresi jadi tidak terkontrol dan terjadi secara berulang-ulang seperti mata berair terus menerus, liur keluar terus menerus, disusul muntah karena usus dan kandung kemih tidak berfungsi dengan baik.
Efek lain dari gas sarin seperti :
- Penglihatan kabur
- Dada terasa sesak
- Ingusan
- Lemah
- Sakit kepala
- Diare
- Sakit mata
- Batuk
- Mual atau nyeri perut
- Denyut jantung melemah atau menjadi sangat cepat
Orang yang terkena paparan sarin lebih banyak dapat timbul gejala seperti kejang-kejang, kelumpuhan, hilang kesadaran dan gagal napas yang menyebabkan kematian. Orang yang terkena sarin dapat diobati dengan penawar jika segera teridentifikasi.
Baca : Gita Soraya Dan Tim Mengembangkan Alat Diagnostik Parasit Malaria di Melbourne
Gas yang tadinya dikembangkan untuk insektisida ini tidak disangka akan menjadi senjata kimia paling mematikan. Sarin 26 kali lebih mematikan dari gas sianida. Kandungan dan cara kerjanya yang mematikan hampir mirip dengan insektisida, namun lebih mematikan.
US Centers for Disease Control memberi saran untuk orang yang terkena paparan sarin untuk langsung mencari tempat dengan udara yang bersih, melepas pakaian yang terkontaminasi, dan segera membasuh kulit dengan sabun agar bahan kimia hilang dari kulit. Setelah melakukan hal itu harus tetap meminta pertolongan medis untuk meminimalkan efek dari gas sarin tersebut.
Baca Juga :