Kapsul Obat dari Feses Manusia Efektif untuk Mengobati Infeksi Saluran Pencernaan Akut
Uji coba klinis Fecal Microbiota Transplant (FMT) atau Transplantasi Mikrobiota Usus efektif dalam mengobati infeksi Clostridium difficile (C. difficile) baik melalui kolonskopi maupun menelan kapsul feses. Hasil uji coba klinis tersebut diterbitkan di Journal of American Medical Association. Penggunaan kapsul obat dari feses tersebut mampu menekan jumlah bakteri C. difficile dengan cara mengembalikan keseimbangan jumlah bakteri baik pada usus besar.
C. difficile merupakan bakteri yang dapat menyebabkan diare, radang usus, dan bahkan kematian. Bakteri tersebut pada umumnya menyerang orang yang mengkonsumsi antibiotik dalam jangka panjang. Semula orang yang terinfeksi oleh bakteri C. difficile di ususnya tidak menunjukkan gejala apa pun, namun tetap dapat menyebarkan bakteri tersebut. Gejala yang ditimbulkan akibat infeksi bakteri tersebut baru akan berkembang dalam waktu lima sampai 10 hari setelah mengkonsumsi antibiotik, namun mungkin terjadi segera setelah hari pertama atau sampai dua bulan kemudian.
Akibat Konsumsi Antibiotik Dalam Jangka Panjang
Usus besar manusia mengandung ratusan spesies bakteri yang berbeda yang membantu proses pencernaan makanan dan sistem kekebalam tubuh agar berfungsi dengan baik. Keseimbangan populasi bakteri dalam usus akan terganggu apabila kita mengkonsumsi antibiotik akibat terkena penyakit tertentu. Keseimbangan populasi bakteri usus yang terganggu menyebabkan mikroorganisme seperti C. difficile berkembang pesat dan menyebabkan penyakit.
Kapsul FMT pertama kali dikembangkan oleh Dr. Thomas Louie, profesor klinis di Sekolah Kedokteran Cumming. Pengembangan FMT terinspirasi dari banyaknya pasien Louie yang meminta transplantasi feses yang dinilai sukses untuk menangani infeksi C. difficile yang berulang-ulang. Kapsus feses yang dikembangkan Louie dianggap lebih efektif dan efisien dibandingkan dengan transplantasi feses yang memerlukan tindakan kalonskopi (rawat jalan untuk memeriksa dan menyelidiki bagian dalam usus besar).
Kelebihan Kapsul Obat dari Feses Manusia
Kapul feses dinilai lebih efisien untuk menangani infeksi C. difficile kara bersifat non-invasif untuk memeriksa bagian dalam usus besar, harganya lebih murah, tidak menimbulkan risiko yang berkaitan dengan penggunaan obat bius, dan lebih praktis. Selain itu, kapsul feses juga efektif karena terbukti mampu mengobati C. difficile dengan tingkat keberhasilan 96%. Tingkat keberhasilan tersebut sebanding dengan pengobtan C. difficile melalui transplantasi feses. Kelebihan kapsul feses lainnya yaitu tidak memiliki aroma dan rasa serta hanya memerlukan satu kali pengobatan.
Kapsul feses terbuat dari feses manusia yang diolah sedemikian rupa menjadi konsentrat bakteri di dalam tiga lapis kapsul agar-agar. Pasien yang ingin terbebas dari penyakit yang ditimbulkan oleh C. difficile harus meminum kapsus feses sebanyak 40 butir dalam satu jam. Pengobatan menggunakan kapsul feses hanya diperlukan satu kali untuk menyembuhkan penyakit akibat infeksi C. difficile. Artikel selengkapnya dapat diakses di www.sciencedaily.com.