Berita

Kemenristek DIKTI Tingkatkan 22% Dana Penelitian Perguruan Tinggi

Kemenristek DIKTI Tingkatkan 22% Dana Penelitian Perguruan Tinggi

JAKARTA, Rabu (16/1/2018) Menristek Dikti M. Nasir mengumumkan kenaikan dana penelitian untuk Perguruan Tinggi (PT) sebesar 22% pada tahun ini. Hal tersebut diumumkan pada pengumuman penetapan pendanaan Biaya Operasional Perguruan Tinggi Negeri (BOPTN) di Gedung Kemenristek Dikti, di Jalan Sudirman, Jakarta Pusat.

Jika pada tahun lalu anggaran dan riset sebesar Rp. 1.030 triliun maka tahun ini meningkat menjadi 1.291.526.673.999. Rencananya dana tersebut digunakan untuk membiayai 18.433 judul penelitian.  Judul penelitian tersebut akan difokuskan pada 10 bidang yaitu pangan dan pertanian (2.708 judul), kesehatan dan obat (2.571), energi terbarukan (1.018), pertahanan dan keamanan ( 78), teknologi informasi dan teknologi (2.097), kemaritiman ( 429), kebencanaan (537), transportasi (331), materi maju (994) dan humaniora (7.670).

Kemeristek Dikti mengalokasikan dana riset tersebut ke dalam beberapa kategori PT.  Kelompok PT Mandiri akan mendapatkan dana Rp 540.561.995.999 untuk 4.642 judul, kelompok PT Utama mendapat Rp 334.966.785.000 untuk 3.645 judul, kelompok PT Madya mendapatkan Rp 218.972.324.000 untuk 3.823 judul dan kelompok PT Binaan mendapat Rp 197.025.569.000. untuk 6.341.

Menurut Nasir terdapat 10 PT yang mendapatkan judul penelitian yang didanai terbanyak yaitu UGM (573 judul) , ITB (399) judul, IPB (336), UI (318), ITS (295), UNHAS (280), USU (265), UNAIR (262),UNPAD (232) dan UNDIP (212). Nasir berharap dengan ditingkatkannya dana penelitian tersebut, riset internasional Indonesia meningkat dibandingkan dengan 20 tahun terakhir yang selalu di bawah Thailand dan Singapura. Hasil riset tersebut diharapkan dapat diterapkan di kehidupan masyarakat. Berita selengkapnya dapat diakses di  Kompas.com.