Kecenderungan Otak Saat Mengingat
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Amy Poremba, Assistant Professor Psychology Department Behavioral and Cognitive Neuroscience, University of Iowa Amerika Serikat mengungkapkan bahwa informasi yang diperoleh melalui indra pendengar lebih sulit diingat otak daripada informasi yang diperoleh melalui indra peraba dan penglihatan. Jika pendapat sebelumnya mengatakan bahwa kemampuan mengingat dapat ditingkatkan dengan menggunakan seluruh indra ternyata pendapat tersebut salah. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa memori `visual dan peraba” dapat mengacaukan memori pendengaran.
Penelitian tersebut juga melaporkan bahwa otak memproses informasi dari indra peraba dan penglihatan melalui mekanisme yang sama, namun melalui mekanisme yang berbeda jika melalui indra pendengaran. Selain itu, John Black, Cleveland E. Dodge Proffesor di Departemen of Human Development at Teachers College, Columbia University mengatakan bahwa proses pembelajaran melalui indra peraba sangat penting. Kita mengingat lebih sedikit dari apa yang kita dengar, terlepas dari apakah suara itu terkait dengan kata-kata atau tidak.
Informasi visual lebih mudah diingat karena apa yang kita lihat sering menyebabkan kita berpikir. Proses berpikir akan menghasilkan ingatan di otak seolah-olah didengar atau dilihat. Sehingga informasi visual yang didapat sebelumnya tersimpan dua kali yaitu sekali dalam pesan visual dan sekali dalam pesan pendengaran. Faktor lain yang juga mempengaruhi proses mengingat adalah motivasi atau ketertarikan. Motivasi kita untuk mengingat sesuatu juga bisa memiliki efek yang besar terhadap proses mengingat. Dan pada umumnya, kita cenderung mengingat hal-hal yang menarik bagi kita dibandingkan hal-hal yang menurut kita membosankan. Informasi yang disajikan menggunakan gambar atau video biasanya lebih menarik daripada informasi yang disajikan hanya dengan menggunakan audio.
Teknologi dalam Proses Belajar
Teknologi yang semakin canggih mempermudah kita untuk melakukan pembelajaran multisensori. Gambar dan video dapat membuat proses belajar menjadi lebih efektif. Gambar dan video memberikan ketertarikan pada materi pembelajaran. Penggunaan gambar dan video membuat proses belajar lebih interaktif sehingga dapat meningkatkan rentang perhatian dan kemampuan megingat. Semakin banyak kita berinteraksi dengan materi pembelajaran makan semakin besar kemampuan kita untuk mengingat materi pembelajaran tersebut.
Teknologi terkini seperti i-Pads, tablet dan ebook membutuhkan sentuhan dan gerakan jari kita untuk mengganti halaman dan menyetel video , voiceovers, dan teks tambahan yang melibatkan penggunaan multisensor. Penggunaan multisensor tersebut sangat penting untuk meningkatkan efektifitas proses pembelajaran. Kita perlu mengikutsertakan seluruh indra untuk mempermudah proses pembelajaran dan meningkatkan kemampuan mengingat kita.
Seperti salah satu pepatah Cina yang berbunyi : “Saya mendengar dan saya lupa, saya melihat dan saya ingat.”
Sumber :