Deteksi Dini Kanker Serviks
Kanker serviks masih menjadi momok yang menakutkan bagi kaum wanita, siapa pun itu. Tak terbatas hanya pada mereka yang masih muda maupun yang telah lanjut usia. Maka dari itu kita perlu melakukan deteksi dini kanker serviks sebelum terlambat. Kanker ini menyerang bagian organ reproduksi wanita, tepatnya di daerah leher rahim atau pintu masuk rahim yaitu bagian sempit antara kemaluan dan rahim. Human papilloma Virus (HPV) adalah dalang dibalik infeksi ini. HPV menginfeksi manusia pada sel epitel di kulit dan membran mukosa.
Menurut WHO, setiap tahunnya tercatat ribuan wanita meninggal karena penyakit kanker rahim dan merupakan jenis kanker yang menempati peringkat teratas sebagai penyebab kematian perempuan di dunia. Banyak kematian pada kaum perempuan karena virus HPV tipe 16 dan 18. Penularan virus ini dapat terjadi melalui kontak atau hubungan seksual.
Baca : Dahsyatnya Wortel Dalam Menyembuhkan Kanker
Banyak wanita yang tidak mengetahui bahwa dirinya telah terkena kanker rahim karena deteksi awal dari kanker ini memang tidak menunjukan gejala yang berarti. Walaupun sebenarnya bisa dideteksi gejalanya. Adapun beberapa gejalanya seperti pendarahan abnormal pada vagina terutama paska berhubungan intim dan menstruasi, keputihan berlebih, nyeri panggul dan beberapa gejala lainnya yang bisa jadi sangat kurang diperhatikan. Biasanya wanita baru mengetahui setelah mengalami stadium lanjut.
Hal ini bisa terjadi karena minimnya pengetahuan dan kurangnya perhatian dalam mengenali dan bagaimana gejala dini yang ditimbulkan oleh kanker serviks. Padahal resiko jika kanker serviks lambat terdeteksi dapat mengakibatkan operasi pengangkatan rahim. Sedangkan rahim merupakan organ wanita yang sangat berharga. Rahim adalah aset wanita untuk melahirkan generasi penerus keturunannya.
Mengingat penting dan berharganya rahim serta ancaman kanker serviks, ada stidaknya tiga cara deteksi dini yakni dengan pemeriksaan sitoslogi leher rahim. Seperti dengan metode IVA (Inpeksi Visual dengan Asam asetat), kalposkopi dan pap smear.
1. IVA
Metode ini adalah mendeteksi kanker serviks dengan cara mengoles serviks atau leher rahim dengan menggunakan asam asetat. Jika terdapat kelainan seperti area leher rahim berwarna putih maka bisa dianggap ada infeksi pada serviks. Cara mendeteksi dengan metode ini terbilang cukup efektif dan harganya relatif murah.
2. Kolposkopi
Metode ini dilakukan dengan cara menggunakan alat yang dilengkapi dengan lensa pembesar untuk melihat bagian yang terinfeksi setelah mereka diketahui ada infeksi pada saat melakukan deteksi dini. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah ada jaringan yang tidak normal pada leher rahim atau serviks. Jika dengan metode ini ada yang tidak normal, maka akan dilakukan tindakan biopsi atau pengambilan sejumlah jaringan kecil dari dalam tubuh dan pengobatan.
3. Pap Smear
Metode ini adalah dengan cara mengambil contoh atau sample sel-sel serviks yang kemudian dianalisa dengan mikroskopis di laboratorium. Dari hasil tes tersebut akan menunjukkan apakah ada radang atau infeksi serta sel-sel abnormal juga akan terlihat. Jika tes Pap Smear dilakukan secara rutin dan teratur maka bisa mengurangi jumlah kematian akibat kanker serviks. Karena jika sel-sel abnormal sudah terdeteksi sejak awal maka bisa dilakukan pengobatan lebih lanjut.
Metode pap smear terbilang cukup komprehensif dan akurat. Menurut American Cancer Society, sepanjang tahun 1997-2007 sejak metode ini digunakan, angka perkiraan kasus kanker serviks di Amerika dapat ditekan hingga 33%. Hal ini berdampak positif terhadap penurunan angka penderita kanker serviks yang mengintai anda dan jutaan wanita diseluruh dunia. Lebih baik deteksi dini kanker serviks sebelum terlambat dan rahim anda jadi taruhannya.
Baca Juga :