Laboratorium tak lengkap rasanya tanpa kehadiran alat yang satu ini, apalagi lab biomolekuler. Sebuah alat yang berfungsi untuk memisahkan partikel-partikel dari suatu fluida atau memisahkan sel, organel dan molekul berdasarkan perbedaan massa jenis. Proses metode pemisahan ini disebut dengan sentrifugasi. Dibawah kita akan membahas tentang jenis centrifuge.
Setrifus (cetrifuge) merupakan alat yang biasa digunakan di laboratorium genetika atau medical. Dalam bentuk sederhana, setrifus terdiri dari sebuah rotor dan motor atau alat yang memutar rotor dengan kecepatan tertentu. Rotor dilengkapi dengan lubang-lubang yang berfungsi untuk meletakkan wadah (biasanya berbentuk tabung) berisi sampel yang akan diuji.
Pada prinsipnya, perputaran atau rotasi pada sentrifus dimaksudkan agar larutan sampel yang akan diuji dapat terpisah menjadi dua fase berdasarkan perbedaan massa jenis. Dua fase itu meliputi supernatant yang berupa cairan dan pellet atau organel yang berada pada posisi bawah (mengendap). Semakin cepat rotasi pada rotor maka semakin banyak organel sel yang diendapkan.
Sebelum sentrifus dioperasikan, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan. Pastikan rotor dalam posisi yang baik dan seimbang. Saat mesin tengah berputar, pastikan centrifuge dalam keadaan tertutup rapat. Paska menggunakan sentrifus, biarkan tutupnya tetap berada dalam posisi terbuka. Hal ini dimaksudkan agar embun yang ada dapat menguap.
Sebelum menggunakan alat yang satu ini, ada baiknya Anda mengetahui beberapa jenis centrifuge. Setidaknya ada empat macam jenis sentrifus antara lain:
1. General Purpose Cetrifuge
Pada sentrifus jenis ini bertipe teble top (biasa diletakkan di atas meja). Memiliki kecepatan rotasi 0-3000 rpm dan dapat menampung sampel sebanyak 5-100 ml. Setrifus ini didesain untuk pemisahan sampel urin, serum atau cairan lain dari bahan padat yang tidak larut.
2. Microcentrifuge
Sesuai dengan namanya, micro centrifuge atau microfuges hanya menampung larutan sampel ukuran mini sekitar 0,5-2,0 ml dalam microtubes dengan kecepatan tinggi.
3. Speciality Centrifuge
Tentu Anda sudah dapat memprediksi bahwa centrifuge jenis ini merupakan centrifuge yang dipakai untuk keperluan khusus atau spesifik. Microhematocrit dan blood bank centrifuge adalah dua contoh dari centrifuge yang dirancang untuk pemakaian spesifik.
4. Ultra dan Refrigerated Centrifuge
Jenis ini merupakan centrifuge yang lazim dipakai di laboratorium penelitian. Centrifuge tipe ini dapat berputar dengan kecepatan tinggi sekitar 50.000-20.000 rpm. Mayoritas dilengkapi dengan sistem pendingin. Dengan adanya sistem pendingin membuat sampel tetap terjaga suhunya selama sentrifus bekerja sehingga sampel makin terjaga dan terhindar dari kerusakan.
Ada beberapa tahapan yang Anda perlukan dalam mengoperasikan cetrifuge. Pertama, Anda harus mempersiapkan sampel larutan yang akan dimurnikan atau dipisahkan dalam wadah yang sesuai (tabung atau microtube). Kedua, menyalakan cetrifuge dan tekan tombol open untuk membuka penutup centrifuge. Ketiga, masukan larutan sampel ke dalam setiap lubang pada rotor centrifuge.
Perhatikan letak dari sampel larutan yang akan Anda sentrifugasi. Jika lubang pada rotor di centrifuge tidak terpakai seluruhnya, maka Anda harus meletakan sampel dalam posisi silang berlawanan. Selanjutnya yang keempat, tutup penutup centrifuge serta atur waktu dan kecepatan rotasi yang diperlukan. Terakhir Anda tinggal menekan tombol on dan centrifuge akan bekerja memurnikan sampel larutan.
Usai pemurnian, tekan tombol open lalu ambil sampel larutan dengan posisi yang bersilangan pula agar seimbang. Dan jangan lupa untuk tetap membiarkan centrifuge dalam keadaan terbuka.
Baca Juga :
Ini Dia, Jenis Laboratorium Yang Wajib Anda Ketahui
Jangan Bohong! Otak Anda Punya ‘Lie Detector’!
5 Tips Cara Menggunakan Biosafety Cabinet