Serba-Serbi

Muncul Lagi Kemiri Palsu!!! Kini Tak Hanya Plastik Yang Dibuat Beras Dan Semen Yang Dibuat Merica

Belum tuntas masalah di Indonesia mengenai beras dari plastik dan merica dari semen, warga Kabupaten Semarang juga dikejutkan dengan kabar mengenai beredarnya kemiri palsu dari tepung. Buah atau biji kemiri yang biasanya dimanfatkan sebagai salah satu rempah dalam masakan, diduga dipalsukan dengan menggunakana bahan lain.

Pemilik warung makan Tanto Tanti Bandungan, Kabupaten Semarang, Pristiyono mengaku menjadi salah satu korbannya. Ia mengatakan kemiri palsu itu dibeli sebulan yang lalu sebanyak 10 kilogram di Pasar Projo, Kecamatan Ambarawa, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. “Sebulan yang lalu istri saya (Luci Hartanti) kulakan (membeli) 10 kilogram bumbu masak jenis kemiri ini,” ungkap Pristiyono.

Pengelola warung makan milik Pristiyono, Watiningsih (38) warga Desa Kenteng, Bandungan mendapati adanya kemiri palsu itu saat sedang memasak rica-rica. Ia mengatakan, sebelum geger beras palsu, dirinya pernah menjadi korban pemalsuan bumbu dapur kemiri. Bentuknya sangat mirip dengan kemiri, tapi saat ditumbuk dan dimasak bumbu tersebut menggumpal. “Hasil masakannya bergumpal dan tidak seperti rica-rica. Malah identik seperti jenang. Ada warna putih dan tidak berasa hasil masakan rica-rica itu. Selain itu, masaknya seperti hasil masakan berupa roti bentuknya,” akunya.

Sehingga, Pristiyono pun merasa jika kemiri tersebut telah dipalsu yang diduga dari bahan berupa tepung. Sebab saat dicek beberapa sisa kemiri, bentuk dan wujud bumbu masak itu ternyata berasal dari bahan tepung.

Pristiyono pun bersama istrinya Lucy Hartanti mengecek kemiri yang telah di belinya di langganan penjual bumbu masak di Pasar Projo karena penasaran. Namun, saat ditanyakan ke pedagang tersebut ternyata kemiri palsu tersebut keberadaannya tidak ditemukan.

“Kalau dibiarkan saja peredaranya, bisa merugikan pedagang. Orang yang jualan di warung bisa bangkrut karena masakannya tidak berasa semua,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi UMKM Perindustrian dan Perdagangan, M. Natsir mengatakan, pihaknya bersama Satpol PP telah melakukan inspeksi mendadak ke pasar Projo Ambarawa untuk memantau peredaran kemiri. Hal itu dilakukan setelah sebelumnya ada informasi adanya dugaan beredarnya kemiri palsu yang terbuat dari tepung itu.

“Tim gabungan sudah bergerak melakukan pengecekan dan belum ada temuan apa pun. Termasuk kami mengecek adanya dugaan Kemiri palsu di Pasar Projo,” kata Natsir. (merdeka)