Berita

Peneliti Kembangkan Sistem Deteksi Mobile Penyakit Malaria dengan Cepat dan Murah

 Sistem Deteksi Mobile Penyakit Malaria dengan Cepat dan Murah

Sekelompok peneliti yang terdiri dari Nilanjan Daw, Debapriya Paul dan Nilanjana Dutta Roy dari Institute of Engineering and Management bekerja sama dengan Arindam Biswas dari Indian Institut of Engineering Sciencce and Technology, di West Bengal mengembangkan sistem deteksi mobile untuk penyakit malaria dengan harga murah. Sistem deteksi tersebut bertujuan untuk mengurangi human error dan mempercepat diagnosis penyakit mematikan seperti malaria agar secepat mungkin ditangani. Selain dapat mendeteksi penyakit malaria dengan cepat, sistem itu juga dapat mendeteksi demam berdarah dengue menggunakan beberapa modifikasi. Kelompok peneliti tersebut menamakan sistem itu “Centaur”.

Sistem tersebut bekerja dengan menggunakan kamera ponsel, mikroskop kertas yang dapat dilipat atau “Foldscope” dan database.  Foldscope dikenal sebagai “Mikroskop $ 1” yang dikembangkan oleh Manu Prakash dan timnya di Universitas Stanford. Foldscope berukuran kecil yang dapat dilipat menjadi mikroskop bergaya origami.

Sampel darah pada slide preparat yang telah direaksikan dengan bahan kimia tertentu diambil gambarnya menggunakan kamera ponsel yang di atasnya terdapat Foldscope. Foldscope berfungsi memperbesar objek yang nantinya akan diambil gambarnya menggunakan kamera ponsel. Gambar yang diperoleh selanjutnya diproses menggunakan algoritma. Lalu data yang diperoleh tersebut dikirim ke server pusat untuk dianalisis apakah terdapat parasit malaria atau tidak. Deteksi parasit malaria menggunakan sistem tersebut hanya memakan waktu 10 hingga 12 detik. Selain itu, data tersebut juga diarsipkan untuk dijadikan refrensi menganai penyakit mlaria di kemudian hari. Deteksi malaria menggunakan sistem tersebut hanya memakan biaya berkisar 80 rupee untuk sekali deteksi.

Menurut Daw,  sistem tersebut terhubung dengan GPS sehingga dapat memberikan data real-time mengenai penyakit malaria. Karena selalu diperbarui, sistem tersebut dapat digunakan untuk mengetahui gambaran terkini mengenai kasus malaria yang sedang terjadi. Dengan adanya sistem tersebut kita juga dapat mengetahui wilayah mana yang sedang mengalami wabah malaria melalui peta panas. Sehingga kita mendapatkan peringatan dini mengenai wabah penyakit malaria sebelum terjadi epidemi. Kedepannya tim peneliti berencana akan melatih pekerja sosial untuk menggunakan sistem tersebut. dan memproduksi massal sistem tersebut.

Sumber :

http://www.bgr.in

https://www.biospectrumindia.com