Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta kasus merica palsu diusut tuntas karena sangat merugikan dan membahayakan kesehatan masyarakat selaku konsumen. Hal tersebut disampaikan Ganjar usai memimpin rapat koordinasi keuangan dan industri daerah dalam rangka kesiapan Provinsi Jawa Tengah menghadapi Bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri 2015 di gedung Gradhika Bakti Praja, kompleks kantor Gubernur Jateng.
“Kami mendengar sudah menyebar di pasar-pasar tradisional di Banjarnegara dan sudah dilaporkan ke pihak kepolisian,” kata Hadi kepada wartawan di Semarang, Jawa Tengah, Senin (8/6). Demikian tulis Antara.
Tidak cuma di Banjarnegara, merica diduga palsu sebelumnya juga beredar di Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Kasus ini kemudian ditindaklanjuti dengan razia yang digelar Kepolisian Sektor Wedarijaksa ke sejumlah warung dan kios sembako.
Saat ini, kepolisian telah meminta keterangan sejumlah pihak terkait dan melakukan uji laboratorium guna mengetahui kandungan merica yang diduga palsu tersebut. Sementara itu, untuk mengantisipasi penyebaran merica diduga palsu, Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi Pemkab Purbalingga akan memantau ke sejumlah pasar tradisional secara periodik, terutama di kawasan yang berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara.
“Kami melakukan antisipasi mengingat wilayah Purbalingga berbatasan dengan Kabupaten Banjarnegara yang dikabarkan telah ada peredaran merica palsu,” kata Kepala Dinperindagkop Purbalingga Agus Winarno di Purbalingga, Selasa (9/8).
Seperti diwartakan, jajaran Polsek Wedarijaksa menggelar razia untuk menindaklanjuti laporan dari masyarakat dan berhasil menemukan serta langsung mengamankan sejumlah merica yang diduga palsu.
Tips bagi masyarakat untuk membedakan merica asli dan merica palsu. Ketika dibelah, bagian dalam dari merica palsu berwarna putih seperti kapur. Tidak ada aroma khas merica pada merica dari semen. Selain itu rasa dari merica palsu juga tidak pedas.